Menu Close

Mengenal Voc Di Indonesia Dan Kebangkrutannya

Keempat perusahaan itu dijadikan satu untuk menghindari persaingan antar perusahaan Belanda di kawasan Hindia Timur. Kongsi Dagang Hindia Timur Belanda yang didirikan pada 20 Maret 1602 ini tercatat mempunyai pos di Tanjung Harapan, Persia, Benggala, Ceylon, Malaka, Siam, Cina daratan, Formosa, selatan India, dan tentu saja Indonesia. Entah berhubungan atau tidak, asal usul nama kompeni berawal dari kehadiran Vereenigde Oostindische Compagnie ke Indonesia untuk mengambil rempah-rempah. Kerap berseteru dengan masyarakat sekitar membuat para tentara atau pasukan VOC yang berasal dari Belanda itu kompeni.

Akibatnya, pada seratus tahun ke-17 dominasi Portugis di Nusantara melemah dan berdirilah kongsi dagang VOC di Batavia dan EIC di Bombay, India. Bahkan, sekolompok mahasiswa sempat berunjukrasa di depan kantor PT Astra Honda Motor pada Mei 2016. Mereka menginginkan pengusutan tuntas kartel penetapan harga jual yang dilakukan PT AHM, serta penghentian produksi sepeda motor selama penyelidikan KPPU. Indikasinya pada produk merek Yamaha dan Honda, yang saat itu menguasai 80 persen pangsa pasar sepeda motor bebek di Indonesia.

Salah satu tujuan dibentuknya VOC ialah bahwa kedatangan Belanda ke Indonesia untuk menguasai pelabuhan. Kekuatan inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh VOC untuk menguasai berbagai sumber daya yang ada dan membuat kebijakan-kebijakan yang merugikan bangsa Indonesia. Kedua pihak sependapat, saat ini hubungan perdagangan dan investasi Indonesia dan Rusia masih perlu terus ditingkatkan. Pos perdagangan yang bertambah Deposit Emoney tentram di Deshima, pulau buatan di lepas sama sekali pantai Nagasaki, yaitu tempat satu-satunya di mana orang Eropa bisa dagangan dengan Jepang. Meskipun sebenarnya VOC adalah sebuah badan dagang saja, tetapi badan dagang ini istimewa karena didukung oleh negara dan diberi fasilitas-fasilitas sendiri yang istimewa. Misalnya VOC boleh mempunyai tentara dan boleh bernegosiasi dengan negara-negara lain.

Keberadaan VOC tidak hanya sebagai kongsi dagang, namun juga menjadi kekuatan politik. Demikian halnya dengan VOC, tidak sekedar menjadi sebuah kongsi dagang yang berusaha untuk mencari untung saja, tetapi juga ingin menanamkan kekuasaannya di Nusantara. VOC dengan hak-hak dan kewenangan yang diberikan pemerintah dan parlemen Belanda telah melakukan penjajahan dan penguatan akar kolonialisme dan imperialisme. Melalui cara-cara pemaksaan monopoli perdagangan, politik memecah belah serta tipu muslihat yang sering disertai tindak peperangan dan kekerasan, semakin memperluas daerah kekuasaan dan memperkokoh “kemaharajaan” VOC.

Selain itu, untuk mencegah perang dagang, negara-negara yang berselisih juga seharusnya menempuh jalan yang bisa lebih mempererat kerja sama, bukannya saling memecah satu sama lainnya. Piket mengatakan, perang dagang saat ini seharusnya bisa dihindari. Terutama jika apabila negara-negara yang terlibat mau menggunakan cara damai dalam menyelesaikan masalah perdagangan mereka. Seiring Inggris mulai mendirikan perusahaan dagang di Asia yang dinamakanThe British East India Companypada 31 Desember 1600, Prancis dan Belanda pun tidak mau ketinggalan. Negeri Kincir Angin menyusul pada 1602 dan Prancis mendirikanFrench East India Companypada 1604.

Rakyat dan para penguasa lokal tidak mau diperlakukan semena-mena oleh VOC. Oleh karena itu, tidak jarang menimbulkan perlawanan dari rakyat dan penguasa lokal. Sebagai contoh pada tahun 1618 Sultan Banten yang dibantu tentara Inggris di bawah Laksamana Thomas Dale berhasil mengusir VOC dari Jayakarta. Setelah VOC hengkang dari Jayakarta, pasukan Banten pada awal tahun 1619 juga mengusir Inggris dari Jayakarta. Dengan demikian, Jayakarta sepenuhnya dapat dikendalikan oleh Kerajaan Banten. Persaingan yang cukup keras juga terjadi antarperusahaan dagang orang-orang Belanda.

Tidak ada kata terlambat, saatnya generasi muda bangkit untuk mengembalikan kejayaan rempah di bumi nusantara. Memahami uraian di atas, jelas bahwa VOC yang merupakan kongsi dagang itu berangkat dari usaha mencari untung kemudian dapat menanamkan pengaruh serta kekuasaannya di Nusantara. Fenomena ini juga terjadi pada kongsi dagang milik bangsa Eropa yang lain. Artinya, untuk memperkokoh tindakan monopoli dan memperbesar keuntungannya orang-orang Eropa itu harus memperbanyak daerah yang dikuasai . Tidak hanya daerah yang dikuasai secara ekonomi, kongsi dagang itu juga ingin mengendalikan secara politik atau memerintah daerah tersebut. VOC semakin bernafsu dan menunjukkan keserakahannya untuk menguasai wilayah Nusantara yang kaya rempah-rempah ini.

KOngsi dagang

Persekutuan dagang yang didirikan pada 20 Maret 1602 itu memiliki monopoli untuk aktivitas perdagangan di Asia. Konon saat itu untuk harga cengkeh, misalnya, 1 kilogramnya setara 1 kg emas murni. Sejarah perdagangan rempah memang tidak selamanya mulus dan saling menguntungkan, tetapi juga dihiasi dengan penguasaan, pemaksaan dan peperangan hingga penaklukan.

J.P. Coen dikenal gubernur jenderal yang berani dan kejam serta ambisius. Oleh karena itu, merasa bangsanya dipermalukan pasukan Banten dan Inggris di Jayakarta, maka J.P. Armada angkatan laut dengan 18 kapal perangnya mengepung Jayakarta.